Tuesday, July 28, 2020

Bagaimana Cara Investasi Jangka Pendek Buat Pemula yang Bergaji Kecil


Apa sih yang jadi tujuan investasi jangka pendek kamu? Menikah, beli rumah, lanjut kuliah S2 atau S3, atau cuma sebatas ingin menambah pemasukan bulanan aja biar arus kas kamu sehat? 

Bukan rahasia lagi, untuk mengumpulkan biaya guna memenuhi tujuan jangka pendek dalam jangka waktu “cepat,” kita harus membeli produk investasi yang tepat.

Hal itu disebabkan karena “menabung” gak akan menjadi solusi yang tepat. Bayangkan saja, bunga di tabungan itu cuma 0,25 hingga 1 persen saja per tahun, belum lagi akan ada biaya administrasi yang harus kamu bayarkan.

Lain halnya jika kamu berinvestasi. Tapi sebenarnya, apa sih investasi jangka pendek itu? Apa bedanya dengan yang jangka panjang?

Apa yang dimaksud dengan investasi jangka pendek?

Secara garis besar, investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi.

Yang membedakan jangka waktu investasi adalah tujuan dari investasi itu sendiri. Jika investasi jangka panjang bertujuan untuk menambah ketersediaan dana pensiun, aset di masa tua, dan lain sebagainya.

Sementara itu yang jangka pendek ditujukan untuk kebutuhan seperti menikah, beli rumah, lanjut usia, dan lainnya. Jika tujuannya saja beda, maka waktu investasinya tentu saja berbeda. Kira-kira berapa tahun sih investasi jangka pendek itu?

Berapa tahun investasi jangka pendek?

Bicara soal waktunya, investasi ini berlangsung antara satu hingga maksimal tiga tahun saja. Lebih dari itu, tentu saja sudah masuk kategori investasi jangka menengah. 

Kira-kira apa saja sih produk investasi yang bagus, dalam artian bisa menghasilkan cuan besar?

Gak usah khawatir, beberapa produk investasi di bawah ini bisa menyediakan keuntungan mulai dari 5 persen hingga 20 persen per tahun lho!  

Contohnya saja, kamu memulai investasi dengan rutin menyisihkan Rp2 juta per bulan di instrumen yang bisa menghasilkan imbal hasil 20 persen, maka di tahun ketiga uangmu sudah jadi Rp276 juta! Menarik kan?

Coba kalau cuma nabung, tahun ketiga kamu mungkin cuma mendapatkan uang Rp72 juta.   

Gimana, tertarik gak? Sebelum kita membahas apa saja instrumen investasi jangka pendek yang menguntungkan, ada baiknya kita cari tahu dulu seperti apa karakter investasi untuk tenor ini.

0 comments:

Post a Comment